Ahad, 24 Februari 2013

Pengaruh bacaan Al Qur'an pada saraf, otak dan organ tubuh Lain




"Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur'an ...".

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Syarikat, berjaya membuktikan hanya dengan mendengar bacaan ayat-ayat Al-Quran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab mahupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologi yang sangat besar.

Penurunan tekanan, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh am yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek kajiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak menentu.

Nuffnang Ads
Penelitiannya disokong dengan bantuan peralatan elektronik terkini untuk mengesan tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran elektrik.
Dari hasil uji cobanya beliau telah membuat kesimpulan, bacaan Al-Quran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.



Kajian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh kajian lain yang dilakukan oleh doktor yang berbeza. Dalam laporan sebuah kajian yang disampaikan dalam Persidangan Perubatan Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.

Kesimpulan hasil uji cuba tersebut diperkuatkan lagi oleh kajian Muhammad Salim yang diterbitkan Universiti Boston. Objek kajiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 lelaki dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahawa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur'an.

Kajian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbahagi dua sesi, iaitu membaca Al-Qur'an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengar bacaan Al-Qur'an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengar bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an.

Al-Quran memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Kaunseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penyelidikan yang dijalankan, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur'an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita mempunyai Al-Quran. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita.

Jika mendengar muzik klasik boleh mempengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur'an lebih dari itu. Selain mempengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur'an mempengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Maha benar Allah yang telah berfirman,
"Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, semaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat" (QS 7: 204).sumber jurnalhajiumroh.com
 
Neurologi berasal dari Jerman, Dr Gerhard Roth, menemukan bagian otak yang membuat manusia menjadi jahat. Bagian itu tampak sebagai massa hitam dalam citra sinar X, terletak di bagian depan bawah otak. Massa hitam didapatkan pada hampir setiap pelaku kriminal.
 
Roth menemukannya ketika mempelajari para pelaku kejahatan di Jerman yang dihukum bertahun-tahun. Studi ini bagian dari upaya Pemerintah Jerman memahami kejahatan. Dalam studi, Roth meminta para pelaku kejahatan itu melihat film pendek sebelum gelombang di bagian otaknya diukur.
 
Menguraikan hasil studinya, Roth mengungkapkan, "Kapan pun ada adegan brutal kotor muncul, mereka tak menunjukkan emosi apa pun. Pada bagian otak yang berkaitan dengan belas kasih dan dukacita, tak terjadi apa pun."
 
Secara neurologis, Roth mengungkapkan bahwa perilaku jahat bisa muncul akibat beberapa sebab. Salah satu sebabnya adalah tumor. Setelah tumor diangkat, orang itu akan normal kembali seperti potensi jahatnya dicabut.
 
Dengan temuan ini, Roth mengungkapkan, tindakan kriminal seperti "genetik". Jika ada anak muda yang punya penyakit tertentu di bagian depan otaknya, maka ada peluang sebesar 66 persen anak itu akan melakukan tindakan kriminal. 
 
Tetapi, tentu tak otomatis demikian.Roth mengatakan, tidak semua kriminal identik. Ia membagi pelaku kriminalitas menjadi tiga. Pertama, mereka yang tumbuh di lingkungan di mana pencurian dan pembunuhan dimaklumi. Dengan demikian, ia pun dapat membunuh dan mencuri tanpa rasa bersalah.

 
Golongan kedua adalah orang yang secara mental terganggu. Mereka melihat dunia atau orang lain sebagai ancaman. Ketiga adalah psikopat murni, orang yang seperti "terlahir" jahat. Adolf Hitler dan Stalin masuk dalam kategori ini.

Subhanallah, ayat suci dalam kromosom manusia





Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Alquran dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari Duke University . Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya.

 
Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta kitab suci.
Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat “Fussilat” ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada.

 
Penemuanny tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut: “…Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq…”
Yang artinya; “Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran”.
Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata “ayatinaa” yang memiliki makna “Ayat Allah”, dijelaskan oleh Allah bahwa tanda-tanda kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia. Selanjutnya ia beranggapan bahwa ....tajuk/Arrahmah.com
ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian dari gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah. Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah; Afala tafakaruun (apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan akal pikiran?).

 
Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia.


 Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk dari rantai Kodon pada cromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama “Bismillahir Rahman ir Rahiim. Iqra bismirrabbika ladzi Khalq”; “bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan” . 

Ayat tersebut adalah awal dari surat Al-A’laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.
 
Dalam wawancara yang dikutip “Ummi” edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: “Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin.

 
Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuanny a dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.

 
Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan “Semoga penerbitan buku saya “Alquran dan Genetik”, semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga non muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama. 


Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Memfasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial
 
Subhanallah, Allahu Akbar !!

Sebarkan!

Rahsia Iddah: Saintis Yahudi Memeluk Islam

 
 
Robert Guilhem adalah seorang pakar genetik dan tokoh Yahudi di Albert Einstein College of Medicine, New York, Amerika Syarikat.

Sebagai seorang ahli akademik dalam bidang perubatan, Guilhem tertanya-tanya mengapa Islam mensyariatkan setiap wanita yang diceraikan perlu menunggu sehingga habis iddah atau tiga kali suci daripada haid atau selama tiga bulan untuk membolehkan dia berkahwin semula. Hal ini ada disebut dalam kitab suci al-Quran, surah al-Baqarah, ayat 228.

Berbanding dengan kepercayaannya dan juga gaya hidup masyarakat moden yang memperlihatkan agak ramai wanita kini tidak setia kepada hanya seorang lelaki, dia semakin berminat untuk mengkaji hukum yang masih diamalkan secara patuh oleh umat Islam di seluruh dunia.

Daripada kajiannya yang diterbitkan dalam societyberty.com, Guilhem mendapati, dalam setiap hubungan seks, lelaki akan meninggalkan tanda khusus pada pasangan wanitanya. Jika pasangan itu tidak bersetubuh dalam tempoh beberapa lama, tanda itu akan hilang secara perlahan-lahan antara 25 hingga 30 peratus.

Kemudian kata Guilhem lagi, tanda itu akan hilang secara keseluruhan setelah tiga bulan pasangan itu tidak melakukan hubungan kelamin. Selepas tempoh itu dan tanda atau sisik khusus suaminya hilang, perempuan yang diceraikan itu berada dalam keadaan sedia untuk menerima tanda daripada lelaki lain pula.

Itulah yang berlaku. Guilhem kemudian melakukan dengan mencari pembuktian lain di sebuah penempatan Muslim Afrika di Amerika Syarikat. Dalam kajiannya, dia mendapati setiap wanita yang telah berkahwin di perkampungan itu hanya mempunyai satu tanda daripada satu-satunya  pasangan mereka sahaja (bermakna wanita Islam yang berkahwin di sana cuma pernah mengadakan hubungan seks dengan seorang lelaki saja iaitu suami mereka).

Dia kemudian menjalankan kajian yang serupa di kawasan penempatan bukan Islam. Ternyata hasil yang didapati sangat berbeza. Wanita di kawasan penempatan bukan Islam didapati mempunyai tanda daripada dua hingga tiga lelaki. Ertinya, mereka menjalin hubungan seks dengan lelaki selain suami mereka sendiri.

Tidak cukup dengan itu, pakar berkenaan turut menjalankan kajian yang sama di rumahnya sendiri - ke atas isterinya sendiri. Malang si Guilhem!! Penemuan kajian itu walaupun berjaya, amat mengecewakannya. Ini kerana dia mendapati isterinya mempunyai tanda daripada tiga lelaki. Dan daripada tiga anaknya, hanya seorang daripada benihnya sendiri.

Usai kajian yang luar biasa itu, Guilhem akhirnya mendapati bahawa Islam bukan hanya semata-mata kepercayaan tetapi adalah satu sistem kehidupan yang mampu menjamin martabat manusia, termasuk wanita untuk sentiasa menjaga maruah mereka dalam kehidupan sosial. 

Dia akhirnya melafazkan syahadah dengan sepenuh-penuh keyakinan.